Contoh Public Figure Yang Mampu Menjadi Seorang Orator Yang Baik Dengan Konsep Retorika
Akhir-akhir ini, banyak wanita yang sudah terjun langsung dalam menyampaikan aspirasinya melalui pidato. Namun kebanyakan dari mereka tidak banyak disoroti publik karena kurangnya kemampuan retorika dalam pidato mereka. Teknik retorika memang sangat dibutuhkan apalagi dalam berpidato untuk mempengaruhi bahkan meyakinkan khalayak. Nah, sekarang aku mau bahas salah satu public figure mantan pejabat yang kemampuan retorika dalam berpidatonya tuh dapet banget dan beda dari yang lain. Selain itu, yang bikin anti mainstream tokoh ini adalah perempuan! Penasaran kira-kira siapa? The one and only Ibu Susi Pudjiastuti!
Kesuksesan Ibu Susi Pudjiastuti dalam berpidato membuat saya
terkagum-kagum. Kenapa? Karena Ibu Susi Pudjiastuti ini merupakan seorang
perempuan yang kuat, bertekad tinggi serta pejuang keras untuk mencapai cita-citanya.
Kisah perjalanan hidup Ibu Susi Pudjiastuti banyak di kagumi, serta menginspirasi
banyak masyarakat loh guys. Sikap Ibu Susi Pudjiastuti yang mandiri, pekerja
keras, supel, jujur, pemberani dan berjiwa sosial. Wah kayanya paket lengkap ya
guys bu Susi ini?
Selain itu, Gaya komunikasi yang dimiliki Ibu Susi
Pudjiastuti ini tidak sebagaimana seorang pemimpin perempuan dalam setiap
pidatonya. Ibu Susi Pudjiastuti cocok menjadi seorang orator yang baik dengan unsur
persuasi, seperti unsur gaya dan keindahan yang mencakup suara yang berirama,
intonasi yang bagus, kata-kata yang indah, serta postur dan gerak tubuh yang
dapat menarik dan meyakinkan. Beliau kerap kali membahas secara tegas tentang isu-isu
politik kelautan dan perikanan di Indonesia melalui pidatonya. Isu-isu tersebut
Ia ulas abis dalam setiap pidatonya. Ia tak segan-segan pula untuk memberikan
komentar pedas terhadap hal-hal yang dianggapnya melanggar hukum Indonesia,
sekalipun Ia harus berkomentar tentang negara asing. Panutan sekali bukan?
Nah, kalo berdasarkan konsep retorika yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) Ibu Susi Pudjiastuti
sangat sesuai dengan konsep tersebut loh. Berikut penjelasannya:
a) Respect: Ibu Susi
Pudjiastuti merupakan seseorang yang terbuka dan memiliki kemauan menanggapi
dengan senang hati informasi yang diterima dari masyarakat kepada dirinya. Sikap
respect inilah yang akan membuka kemungkinan terjalinnya suatu komunikasi.
b) Empathy: Ibu Susi
Pudjiastuti memiliki rasa empati untuk memahami apa yang dialami orang lain.
c) Audible: Ibu Susi
Pudjiastuti memiliki perilaku yang berorientasi dalam masalah dimana Susi
Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam membantu, memberikan
informasi, mendengar masukan masyarakat akan cara pemecahan masalah, tidak
mendikte orang lain, secara bersama-sama menetapkan tujuan dan memutuskan
bagaimana mencapainya yang merupakan bagian dari dukungan.
d) Clarity: Ibu Susi
Pudjiastuti memiliki rasa positif yang cenderung mampu bertindak berdasarkan
penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebihan, memiliki keyakinan
atas kemampuannya untuk mengatasi persoalan, peka terhadap kebutuhan orang
lain, pada kebiasaan sosial yang telah diterima.
e) Humble: Ibu
Susi Pudjiastuti memiliki kesetaraan dalam sikap memperlakukan orang lain
secara horizontal dan demokratis, tidak menunjukkan diri sendiri lebih tinggi
atau lebih baik dari orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual
kekayaan.
Menurut saya pribadi, Ibu Susi Pudjiastuti ini dapat memberikan dampak yang sangat baik loh guys untuk menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia khususnya dalam menyampaikan aspirasi dalam berpidato. Ibu Susi melambangkan bahwa perempuan itu tidak selemah yang dipikirkan dan perempuan tidak bisa ditindas begitu saja! Because The Future is Female!
Demikian penjelasan tentang contoh public figure yang mampu
menjadi seorang orator yang baik, dengan konsep retorika. Mohon maaf bila ada
salah kata dan kekurangan.
Sumber:
https://media.neliti.com/media/publications/137758-ID-kepribadian-dan-komunikasi-susi-pudjiast.pdf
Comments
Post a Comment