Konsep Social Network Analysis (Jaringan Sosial)
Assalamualaikum teman teman! bagaimana kabarnya? semoga kita semua dalam keadaan yang sehat yaa.
Gakerasa udah lama tidak posting di blog ini, dan sekarang aku di semester 5 ini ada matkul Social Network Analysis. Aku bener-bener gatau sama sekali maksudnya apa ya? Lebih baik kita bahas bareng-bareng yuk!
Pertama kita bahas apa sih Social Network Analysis itu? ada yang tau gak kira-kira?
Jadi, Social Network Analysis menurut Eriyanto (2014) adalah Metode penelitian untuk mengidentifikasi strukur komunikasi dalam sebuah system, di mana data relasional tentang arus komunikasi dianalisis dengan menggunakan beberapa jenis hubungan interpersonal sebagai unit analisis.
Kalo berdasarkan buku "Communication Networks" oleh Everett M. Rogers dan D. Lawrence Kincaid adalah Metode yang dipakai untuk melihat struktur komunikasi, dan posisi actor (orang, organisasi, lembaga) dalam sebuah strukur komunikasi.
Nah, secara sederhananya, SNA dapat diartikan sebagai suatu gambaran interaksi dan hubungan yang selalu terjadi antara satu individu dengan individu lain dalam suatu organisasi atau lingkungan kerja dan perusahaan. Bentuk dari interaksi ini dapat berbeda-beda, sesuai pandangan pelaku maupun hasil yang ingin diperoleh.
Di SNA ini, ada 3 prinsip jaringan sosial. Apa aja tuh? cuss langsung kita bahas.
1. Relations, not attributes
Contoh: Bagaimana Kevin, Jasmine, dan Ariel mengurangi pengeluaran di masa pandemi?
Berdasarkan penelitian Atribut, melihat mereka itu independent. Lalu, yang mempengaruhi pengurangan pengeluaran adalah:
- Kekayaan bersih mereka,
- Kecerdasan finansial, atau
- Norma-norma berhemat yang terinternalisasi.
Berdasarkan Penelitian Jaringan Sosial, bagaimana jaringan sosial mempengaruhi pengurangan pengeluaran:
- Pengetahuan atau nasihat keuangan dapat datang dari anggota jaringan (Chang, 2005).
- Kelompok referensi berbasis jaringan membentuk norma-norma menabung atau membelanjakan uang (Zelizer, 1994).
2. Network, not Group
Aktor adalah anggota bagian dari sebuah jaringan, bukan kelompok. Seorang aktor bisa saja menjadi anggota kelompok, tetapi mempunyai jaringan yang luas dari kelompok itu.
Contoh: Jaringan dari aktor A - Aktor A - Sebuah Kelompok
3. Relations in a relational context
Relational antar-aktor dalam penelitian jaringan harus dipahami dalam konteks relational tertentu. Hubungan antara aktor A dan B, hanya bisa dipahami jika dikaitkan dengan relasi mereka dengan aktor C, atau struktur yang lebih besar.
Contoh: “Dari 390 kabupaten/kota yang melaporkan dan 96 atau 17,69% kepatuhan masih rendah yakni di bawah 75%,’ kata Dewi pada acara dialog daring bertajuk; “Covid-19 Dalam Angka: Optimalisasi Peran Posko PPKM” Rabu (4/8/2021).
Program penyuluhan covid-19 390 Kabupaten, berhasil karena memanfaatkan aktor-aktor yang memiliki posisi kuat di struktur social. (Misalkan Kepala Desa, Ulama, Kepala Suku, dll)
Sedangkan program penyuluhan covid-19 98 Kabupaten, kurang berhasil karena karena aktor-aktor tidak memiliki posisi yang kuat dalam strukur sosial. (misalkan: Kepala Desa yang tidak dihormati warga)
Selanjutnya kita bakal bahas Network Society, ada yang tau apa itu?
Network Society adalah jenis masyarakat modern yang terhubung karena intrastruktur dan media social. (Individu, Kelompok/Organisasi, Masyarakat). Nah, biasanya Individu dapat berpindah-pindah jaringan dengan cepat dan tidak saling mengenal secara fisik.
Network Society merupakan salah satu konsep yang banyak digagas para ahli untuk menggambarkan fenomena aktivitas komunikasi masyarakat melalui penggunaan information and communication technology (ICT) atau dikenal juga dengan teknologi komunikasi dan informatika (TIK). Network Society yang dikenal juga dengan masyarakat berjejaringan, fenomenanya secara gradual pertama kali dikenal melalui gagasan MC Luhan melalui konsep global village-electronic age-nya (dalam Griffin 2003).
Dan yang terakhir, kita akan membahas tentang perbedaan first media dan second media age? apa sih bedanya?
Jadi, Istilah media pertama kali dicetuskan oleh Marshall McLuhan dalam Electronic Revolution Effects of New Media. McLuhan berpendapat bahwa revolusi elektronik yang terjadi pada dekade 1950an di Amerika Serikat telah memberikan dampak yang sangat besar. Revolusi elektronik yang diakibatkan oleh berbagai media telekomunikasi dan media massa televisi telah membawa struktur informasi simultan kepada masyarakat elektronik (Holmes, 2009 : 684).
The First Media Age atau era media pertama atau disebut juga dengan era media penyiaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Produksi yang terpusat atau dari satu orang ke banyak orang.
- Komunikasi satu arah.
- Sebagian besar media cenderung dikontrol oleh Negara.
- Reproduksi stratafikasi sosial dan ketidaksetaraan melalui media.
- Partisipan terfragmentasi dan terbentuk sebagai massa.
- Mempengaruhi kesadaran.
Selanjutnya, pada tahun 1990, Mark Poster mempublikasikan sebuah buku yang berjudul The Second Media Age yang menggambarkan dimulainya periode baru dalam teknologi interaktif dan komunikasi jaringan, khususnya internet, yang berkontribusi dalam membentuk masyarakat baru.
Sementara itu, era media kedua atau disebut juga dengan era media interaktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Tidak terpusat.
- Komunikasi dua arah.
- Menghindari adanya kontrol yang dilakukan oleh Negara.
- Demokratisasi, memfasilitasi warga Negara.
- Partisipan terlihat mempertahankan individualitas mereka.
- Mempengaruhi pengalaman individu tentang ruang dan waktu.
Nah, gimana temen-temen? udah pada paham belum kira-kira tentang SNA? Menurutku, disini kita belajar memahami jaringan kita atau hubungan kita dengan individu lain atau sebuah kelompok.
Sekian penjelasan tentang SNA, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan.
Terima kasih sampai berjumpa lagi!
Sumber:
https://qwords.com/blog/social-network-analysis/
https://media.neliti.com/media/publications/223321-network-society-internet-dan-aktivitas-k.pdf
https://pakarkomunikasi.com/teori-new-media
Comments
Post a Comment