Kampanye #BijakBersosmed
Assalamualaikum teman-teman onlineku! Bagaimana kabarnya semua? Semoga kita selalu dalam keadaan yang sehat ya! Kali ini, aku mau bahas tentang Sosial Media yang tentu kita semua gunakan, aku, kamu, dan teman-teman semua.
Saat ini, teknologi di bidang informasi dan komunikasi tuh udah semakin berkembang pesat, jadi laju penyebaran informasi secara global dalam wujud digital tuh semakin cepat. Nah, Salah satu bentuk dari perkembangannya itu adalah media sosial yang kita semua pasti pake. Instagram, twitter, facebook, dan lain-lain.
Berdasarkan laporan APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia), Pengguna internet di Indonesia pada awal 2022 ini dilaporkan mencapai 210 juta jiwa. Bayangin, dari jumlah ini, mayoritas pengguna mengakses internet lewat hp itu buat buka media sosial.
Survei yang dilakukan APJII juga melihat dari umur pengguna yang disurvei.
Nah, Dari kelompok pengguna usia 13-18 tahun, sebanyak 99,16 persen sudah mengenal dan terhubung dengan internet.
Selanjutnya, di kelompok usia 19-34 tahun sebanyak 98,64 persen sudah terhubung internet.
Adapun di kelompok usia 35-54 tahun angkanya lebih sedikit yakni 87,3 persen, serta kelompok usia 55 tahun ke atas dengan angka 51,73 persen.
Yang menarik nih, kelompok usia anak-anak usia 5-12 tahun mencapai sebesar 62,43 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia 55 tahun ke atas.
Sebenernya penggunaan media sosial memang mempermudah penggunanya untuk mendapatkan kebutuhannya masing-masing. Namun, bisa juga terjadi penyalahgunaan media sosial. Sering banget kita liat media sosial disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong atau hoax dan informasi yang dapat menimbulkan rasa iri dengki kebencian.
Oleh karena itu, para pengguna media sosial kaya kita atau NETIZEN INDONESIA harus bijak dalam menggunakan media sosial. Kita bisa memanfaatkan media sosial untuk tujuan yang berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Beberapa tindakan yang bisa kita lakuin untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, yaitu:
- Jangan langsung mudah percaya pada suatu informasi
Sebagai pengguna media sosial yang bijak, sebaiknya kita tidak membagikan informasi yang diperoleh secara sembarangan. Sebelum menyebarkan informasi, sebaiknya kita mengecek kembali informasi yang kita peroleh di media sosial melalui aplikasi, seperti Turn Back Hoax, Cekfakta.com, Babe, Hoax Buster Tools (HBT), dan lain-lain.
- Jaga etika dalam bermedia sosial
Selama bermain media sosial, ada etika yang juga harus kita terapkan. Dalam berkomentar, ada baiknya kita menggunakan bahasa yang baik dan memberikan tanggapan yang membangun. Sebelum berkomentar di media sosial, kita juga harus berpikir dulu apakah apa yang kita tulis ini baik dan tidak menyinggung orang lain.
- Filter informasi yang akan dibagikan
Apa yang kita bagikan di media sosial dapat mempengaruhi perilaku orang lain yang melihatnya. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak membagikan informasi yang sifatnya mengandung pornografi, SARA, dan hoaks. Konten seperti ini dapat memberikan dampak buruk untuk diri kita sendiri dan orang lain.
- Jangan bagikan informasi pribadi secara mudah di media sosial
Saat ini, kasus cyber crime marak dan rawan terjadi di media sosial. Salah satu bentuk kasusnya adalah phishing yaitu pencurian data. Oleh karena itu, para pengguna sebaiknya melakukan pemeriksaan perizinan akses pada aplikasi serta membaca syarat dan ketentuan aplikasi secara teliti.
- Menjadikan media sosial sebagai sarana dalam mengekspresikan karya
Pengguna media sosial yang bijak selalu memberikan informasi yang sifatnya membangun dan memotivasi orang lain. Salah satu hal baik yang bisa kita bagikan di media sosial adalah karya kita. Media sosial dapat menjadi sarana untuk para pengguna membagikan karya mereka. Karya ini bisa berupa foto atau video yang bisa menghibur atau mengedukasi orang lain.
Awalnya nih, media sosial tuh diciptakan dengan tujuan menjadi ruang komunikasi dan informasi bagi mereka yang terpisah oleh jarak. Sosial media merupakan sarana untuk mewujudkan kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi, tapi perlu ditegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak pernah sebebas-bebasnya tanpa batas dan etika.
Nah, muncul lah Gerakan #BijakBersosmed yang merupakan sebuah ajakan untuk lebih bijak dalam penggunaan media sosial, menjaga nilai-nilai positif, dan selalu berhati-hati dalam penggunaanya.
Gerakan #BijakBersosmed lahir dari keprihatinan para pengguna media sosial yang menyadari betapa media sosial sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Di sisi lain, kekuatan media sosial saat ini dimanfaatkan sebagian kelompok untuk memproduksi konten-konten yang dapat memecah belah persatuan, ujaran-ujaran yang tak bertanggung jawab, bahkan sebagai ladang profit bagi para produsen hoax.
Comments
Post a Comment