TEORI KOMUNIKASI YANG BERKAITAN DENGAN OPINI PUBLIK

 1. Teori Agenda Setting

Teori ini pertama kali dicetuskan oleh M.E.Mc.Combs dan D.L.Shaw pada tahun 1972 yang menjelaskan bahwa teori ini mengatakan jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting, jadi media memberitahu kita harus berpikir tentang apa. Nilai topik berita yang penting bagi media massa, sama pentingnya bagi khalayak.

Agenda Setting Theory adalah teori yang menyatakan bahwa media massa merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik  dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa. Media massa telah menyusun agenda (umumnya berkaitan dengan isu kampanye politik) dengan memberikan penonjolan pada isu-isu tertentu. Isu-isu tersebut kemudian diberi penekanan oleh media sehingga dianggap sebagai sesuatu yang penting oleh anggota publik. 

 Pengoperasian Agenda Setting dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
- Agenda Media
Berpusat pada prioritas perhatian dalam isi media terhadap peristiwa dan isu-isu yang akan dibahas dan diset dalam media serta mengarahkan berita dan informasi secara terus-menerus kepada massa.
Agenda media memiliki dimensi-dimensi sebagai berikut:
1. Visibilitas: jumlah dan tingkat menonjolnya berita 
2. Audience Salience: relevansi isi berita dan kebutuhan khalayak
3. Valence: menyenangkan atau tidak menyenangkan

- Agenda Publik
Berpusat pada penonjolan isu dalam opini publik dan pengetahuan dalam beberapa hal memengaruhi atau berinteraksi dengan apa yang dipikirkan publik sehingga menimbulkan awarness kepada publik.
Dimensi-dimensi agenda publik sebagai berikut:
1. Familiarity: kesadaran khalayak terhadap topik tertentu
2. Personal Salince: relevansi kepentingan individu dengan ciri pribadi
3. Favorability: pertimbangan senang atau tidak senang akan topik berita

- Agenda Kebijakan
Menjelaskan bagaimana akhirnya berita dan informasi menjadi sebuah isu dan proposal kebijakan dari para politisi, dan memengaruhi atau berinteraksi dengan mengambil kebijakan publik atau kebijakan pemerintah.
Dimensi-dimensi agenda kebijakan sebagai berikut:
1. Support: dukungan terhadap topik berita
2. Likehood of Action: kemungkinan pemerintah melaksanakan apa yang diibaratkan
3. Freedom of action: nilai kegiatan yang mungkin dilakukan pemerintah

Contoh dari agenda setting adalah isu corona yang jelas menjadi agenda utama pemberitaan media saat ini. Seperti kasus covid di indonesia, vaksin, dan hoax penipuan covid yang menjadi sajian utama pemberitaan karena pemberitaan tersebut dianggap penting untuk masyarakat / publik.


2. Framing

Framing pertama kali dicetuskan oleh Beterson pada tahun 1955 yang merupakan cara struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan dan wacana, dan yang menyediakan kategori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas.

Framing dapat diartikan sebagai pemberian makna terhadap fenomena sosial melalui penyorotan dan pengemasan informasi oleh media. Framing memengaruhi bagaimana publik memahami sebuah fenomena yang pengaruhnya bergantung pada banyak faktor tingkat individu. Setelah publik memahami pesan yang berusaha disampaikan oleh media, maka publik tidak lagi hanya sebagai konten tetapi juga terlibat satu sama lain secara interpersonal dengan memanfaatkan pengetahuan serta pengalaman mereka.
Jadi, framing adalah bagaimana media menempatkan sebuah berita dan memberikannya makna tertentu.

6 Elemen Framing:
1. Organizing: sifat penataan
2. Principle: terkait prinsip-prinsip kerja yang sistematis.
3. Shared:  disebarluaskan
4. Persistent: tidak sesaat namun berkelanjutan
5. Simbollicaly: menggunakan bahasa,tanda, lambang tertentu
6. Structure: memiliki struktur yang terpola

Contoh dari framing adalah pemberitaan tentang larangan mudik 2021, media online mungkin akan lebih fokus ke larangan kebijakan dari pemerintah, media elektronik seperti TV akan lebih fokus ke situasi dari larangan mudik tersebut. Topiknya bisa jadi sama, tapi cara mem-framingnya berbeda-beda.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Animasi di Scratch

Cara Membuat Animasi Kejar-Kejaran di Scratch

Konsep Social Network Analysis (Jaringan Sosial)