Teori Graf dan Teori Jaringan
Assalamualaikum teman-teman semua! semoga semua kabarnya baik dan sehat selalu ya! kali ini aku mau bahas tentang teori graf dan teori jaringan, apa sih maksudnya teori graf dan teori jaringan itu? langsung aja kita bahas kali yee
Nah, jadi teori graf itu merupakan sebuah pokok bahasan yang muncul pertama kali pada tahun 1736, oleh seorang matematikawan Swiss, L.Euler saat beliau memecahkan masalah jembatan Königsberg guys. Tujuannya apa sih? tujuannya itu untuk me-visualisasi objek agar lebih mudah dimengerti teman-teman semua.
Kalo pengertian graf itu sendiri adalah:
a. Bagan yang memuat informasi yang diinterpretasikan secara tepat.
b. Digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antar obyek tersebut.
Ada juga pengertian graf secara matematis yaitu himpunan titik pada bidang dan himpunan segmen garis (mungkin melengkung), yang masing-masing menghubungkan dua titik atau menghubungkan titik dengan dirinya sendiri.
Biasanya guys, penerapan teori graf ini terdapat di bidang kimia, bidang biologi, dan bidang teknologi GPS.
Sekarang kita masuk ke jenis-jenis graf ada apa aja ya kira-kira?
1. Simple Graphs and General Graphs
- Proper Edge - Tepi yang menghubungkan dua simpul yang berbeda.
- Self-Loop - Edge yang menghubungkan satu titik akhir dengan dirinya sendiri.
- Multi-Edge - Kumpulan dua atau lebih tepi yang memiliki titik akhir yang identik.
- Simple Graph – Graf yang tidak memiliki self-loop atau multi-sisi.
- Looples Graph/Multi-Graph – Graf yang mungkin memiliki multi-sisi tetapi tidak selfloop.
- (general) Graph – Graf yang mungkin memiliki self-loop dan/atau multi-sisi.
2. Null and Trivial Graphs
- Null Graph – Graf yang himpunan titik dan sisinya kosong.
- Trivial Graph – Graf yang terdiri dari satu titik dan tidak memiliki sisi.
Nah, selanjutnya kita bakal bahas teori jaringan nih, langsung aja kita bahaas
Teori Jaringan dibagi menjadi 3 nih temen-temen, kita bahas satu persatu ya!
1. STRUCTURAL HOLE THEORY
- Teori lubang struktural dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana mendapatkan keuntungan dari persaingan dalam jaringan sosial dan hubungan yang saling bersilangan (Burt, 1992).
Jadi, bagi aktor yang menempati posisi menjembatani antara komunitas yang berbeda memiliki keuntungan, karena mereka mengontrol jalur difusi informasi utama.
- Seseorang yang beroperasi di dekat lubang struktural memiliki peluang terbesar untuk memiliki ide-ide bagus. (Burt, 2004; Liu, Chiu, & Chiu, 2010; Cowan & Jonard, 2007).
Mengapa seperti itu? karena orang tersebut cenderung tidak terlalu tenggelam dalam jaringan dan karena itu terputus dari orang lain dan ide-ide di luar jaringan. Dengan beroperasi di tepi jaringan, individu tersebut lebih mungkin menjadi jembatan dan tautan ke informasi non-redundan dari jaringan lain.
2. WEAK TIES THEORY
- Keberhasilan penyebaran informasi menuju ke populasi yang lebih besar, bergantung kepada hubungan pertemanan lemah yang dimiliki seseorang atau kelompok (Granovetter. 1973. The Strength of Weak Ties).
- Berlawanan dengan anggapan orang pada masa itu, hubungan (pertemanan) yang kuat ternyata justru tidak akan membawa atau menyebarkan informasi ke audience yang lebih luas.
3. NETWORK CLOSURE THEORY
- Prinsip dasar komunikasi manusia adalah adanya pertukaran ide terjadi lebih sering diantara individu-individu yang terlihat sama, atau homofili (Rogers, 2003:305).
- Homofili adalah suatu keadaan yang menggambarkan derajat pasangan perorangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifat (attribute), seperti dalam kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial, dan sebagainya.
Nah, segitu dulu penjelasan singkat tentang teori graf dan teori jaringan. Semoga dapat berguna dan bermanfaat bagi sesama ya teman-teman! Mohon maaf bila ada kesalahan, see you again!
Wassalamualaikum wr.wb
Comments
Post a Comment